Kegugupan berarti interaksi itu penting; bukan berarti Anda tidak pandai dalam berkencan. Persiapkan diri Anda dengan baik agar merasa lebih tenang, lalu ubah tujuan untuk membuat orang lain terkesan menjadi tujuan untuk mencari tahu bagaimana perasaan Anda berdua.

Pilihlah pengaturan yang sesuai dengan kebutuhan Anda.

Sebuah kafe yang sudah dikenal, jalan-jalan santai, atau kegiatan yang biasa dilakukan dapat mengurangi tekanan. Hindari tempat yang terlalu bising, mahal, atau terlalu formal sehingga lingkungannya justru menjadi sumber stres tambahan.

Pakailah pakaian yang sudah terpercaya.

Pilihlah pakaian yang pas, nyaman dipakai, dan membuat Anda merasa seperti diri sendiri. Kencan bukanlah waktu yang tepat untuk menghabiskan waktu menyesuaikan pakaian yang tidak biasa Anda pakai.

Siapkan rasa ingin tahu, bukan sebuah naskah.

Pikirkan dua topik yang benar-benar Anda sukai dan dua pertanyaan yang ingin Anda ajukan. Jangan menghafal teks. Persiapan seharusnya membantu Anda untuk lebih fokus, bukan malah membuat Anda terikat pada penampilan yang telah ditentukan.

Kurangi gejala fisik akibat kecemasan

Datanglah lebih awal, tarik napas lebih panjang, turunkan bahu Anda, dan berikan jeda sebelum menjawab. Berbicara dengan sedikit lebih pelan sering kali membuat Anda merasa lebih percaya diri dan memberi Anda waktu untuk berpikir.

Lakukan penilaian, bukan audisi.

Tanyakan apakah orang ini pendengar yang baik, menghormati batasan, memperlakukan orang lain dengan baik, dan membuat Anda tertarik. Ketertarikan memang penting, tetapi terpilih bukanlah satu-satunya hasil yang memuaskan. Menemukan adanya ketidakcocokan juga bisa bermanfaat.

Anda tidak meminta persetujuan; Anda sedang bersama-sama menjajaki sebuah kemungkinan.

Jika kecemasan terus-menerus membuat berkencan menjadi tidak mungkin atau menyebabkan kepanikan, bantuan profesional dapat membantu. Kepercayaan diri adalah sebuah keterampilan, bukan tipe kepribadian.

Ambil keputusan-keputusan penting sejak dini.

Ketidakpastian dapat meningkatkan rasa gugup. Pastikan tempat dan waktu, pilih pakaian yang sudah pernah Anda kenakan dan terasa nyaman, serta rencanakan bagaimana Anda akan pulang. Datanglah beberapa menit lebih awal. Detail-detail ini mungkin tidak akan menciptakan daya tarik, tetapi detail ini mencegah hal-hal praktis yang biasa mengganggu perhatian yang ingin Anda berikan kepada orang lain.

Gantilah target kinerja dengan metode observasi.

“Saya harus membuat mereka terkesan” adalah sebuah tujuan yang mustahil karena Anda tidak dapat mengendalikan reaksi orang lain. Pilihlah tujuan yang dapat Anda capai: dengarkan tanpa merencanakan kalimat berikutnya, ajukan satu pertanyaan yang benar-benar ingin Anda ketahui, dan perhatikan bagaimana perasaan tubuh Anda di dekat orang tersebut. Kepercayaan diri akan tumbuh ketika keberhasilan bergantung pada tindakan Anda, bukan pada persetujuan orang lain.

Jika pikiran Anda mulai membayangkan penolakan, fokuslah pada apa yang sebenarnya terjadi. Apakah mereka tertarik? Apakah Anda merasa nyaman? Apakah percakapan menjadi lebih mudah? Bukti lebih bermanfaat daripada cerita menakutkan tentang satu jam ke depan.

Gunakan jeda alih-alih meminta maaf.

Orang yang mudah merasa gugup sering kali meminta maaf karena berpikir, berbicara, atau karena keberadaannya. Anda tidak perlu meminta maaf hanya karena Anda kehilangan kata-kata. Berhenti sejenak, tersenyum, dan lanjutkan. Keheningan selama dua detik yang tenang akan terlihat lebih meyakinkan daripada serangkaian penjelasan tentang mengapa Anda merasa gugup.

Siapkan tiga cara untuk memulihkan diri.

  • Kembalilah ke detail yang mereka sebutkan sebelumnya.
  • Berikan komentar tentang sesuatu yang sedang terjadi di sekitar Anda.
  • Sampaikan pengakuan singkat dan jujur: “Saya sedikit gugup sebelumnya, tetapi saya senang karena sudah datang.”

Kalimat terakhir itu dapat menciptakan hubungan ketika diucapkan sekali saja dan tanpa meminta orang lain untuk menolong Anda. Kegugupan yang jujur adalah hal yang wajar. Terus-menerus meminta kepastian justru membuat orang yang Anda ajak kencan merasa bertanggung jawab untuk mengatasi ketakutan Anda.

Setelahnya, lakukan penilaian terhadap tanggal tersebut secara objektif.

Jangan terus-menerus mengulang setiap kalimat sambil mengabaikan keseluruhan pengalaman. Tanyakan pada diri sendiri apakah Anda merasa dihargai, apakah ada ketertarikan timbal balik, dan apakah Anda ingin menghabiskan satu jam lagi bersama orang ini. Sebuah kencan bisa jadi tidak sempurna, tetapi tetap menjanjikan. Kencan itu juga bisa terlihat sukses, tetapi pada akhirnya membuat Anda merasa tegang dan tidak diperhatikan.

Tujuan dari kepercayaan diri bukanlah untuk menjamin adanya kencan kedua. Tujuannya adalah agar Anda dapat pergi dengan perasaan yakin bahwa diri Anda yang hadir pada kencan tersebut cukup autentik sehingga interaksi tersebut menjadi bermakna.

Lanjutkan membacaOnlyFans atau Fansly: profil xKeryB mana yang paling cocok untuk Anda?Bagian 20 dari 20 →